Wednesday, September 25, 2013

numpang komentar

Seperti yg diingetin teman gue beberapa hari lalu, gue udah lama banget nggak update blog. Dan, ya, gue mengakui. Bukan karena kekurangan bahan sih, tapi lebih ke rutinitas 'sesuatu-terjadi-terus-gue-lupa'. Akhirnya lupa sama sekali.
Lagian gue udah mencurahkan banyak hal ga penting berkaitan masa SMP gue disini. Ngeliat ke posting-posting lama gue, heran emang. Kyk dafuq kok gue bisa dengan santainya mengumbar hal2 yg begitu jelas ketidakpentingannya di internet. Rasanya gue berhasil menciptakan polusi jenis baru. Dan ya, orang mau nilai kyk apa gue dari sana, bener2 gak gue peduliin. Se-gak jelas apapun posting itu.
*Pat pat*. Well, blogs will be blogs.
Sekarang gue masih pengen nge-update blog sih. Tapi ya kapan dan apanya masih ga tau. So keep hanging in if you want to, paling nggak ampe gue kembali mampu nyimpen di memori kejadian2 aneh yg terjadi sekeliling gue dan membleberkannya di blog. 
Seperti biasa.  

Thursday, January 24, 2013

how they met 9gag

9gag itu... gimana, orang bilang? lawak sih lawak. banget malah. tp emang lo mesti punya ilmu tertentu *ehem* dulu untuk ngerti kebanyakan post2 disana.
berhubungan dengan itu, dan setelah setahun lebih ber9gag ria, gue membuat kesimpulan bahwa kalo lo remaja dan punya orangtua yang nganggep imej lo masih bersih...langit pelihara nyawamu bila tertangkap dalam satu ruangan dengan 9gag lagi nongol di browser komputer. Dan yang nongol adalah post yang "begitu" pula (yang langsung to-the-point dan ga pake perumpamaan2 apapun.) Itu yang paling, paling memalukan.

pengalaman?
sayangnya, ya.

waktu itu gue lagi asyik main laptop sendiri di kamar, dengan ngebuka situs standar remaja yakni youtube, fanfiction archive, email, dan di satu tab lagi, 9gag.
lalu datanglah nyokap ke kamar nanya, "Eh, boleh pinjem laptopnya bentar ngga? Mau buka internet."
dodolnya gue iyain aja terus ke dapur sekalian ngabisin waktu menunggu dengan nyemil. sama sekali ga kepikiran untuk nutup tab2 tadi, saking pedenya gue bahwa nyokap gue bakal nempel dengan urusannya sendiri dan nggak mbleber-bleber ke tab2 gue. gue ulang, kepedean.
gue lagi ngunyah sebatang seledri dengan tenang ketika tiba2 kedengeran nyokap gue ngakak2 dari dalam kamar, disusul dengan panggilan ke bokap gue. Dengan nurut bokap gue masuk ke dalam, dan dalam hitungan detik gue denger dua2nya ngakak. 
perasaan gue emang udah nggak enak, tapi gue biarin dulu, sibuk dengan seledri. gue dengerin aja mereka di kamar.
setelah diperhatikan, ngakaknya emang nggak terus2an, ada siklusnya...

dimana siklus itu adalah
...Hening, ketawa, hening, ketawa lagi...

Kok kayaknya gue kenal tuh siklus?
langsung gue telen batang seledrinya bulet2 dan lari ke kamar.
dan, perasaan gue dibenarkan. mereka lagi mantengin 9gag. nyokap gue yang ada di depan komputer, sedangkan bokap ikutan ngeliat dari atas kasur.
di kepala gue kata2 seperti monyong kampret dan kamyong udah muter-muter dan mental kemana-mana kyk baling2 legendarisnya doraemon. ngerasa kyk mau ada bom meledak, gue ngelonjak ke komputer dan ngambil alih mouse yang dipake nyokap buat navigasi laptop.
Oke. situasi aman, pikir gue. 
"kok tumben, buka 9gag?" gue basa-basi dengan tawa cepat palsu. tampang ortu masih inosen. oke. berarti mereka belum kenal the Dark Side. gue cek post yang lagi diliat, dan itu, untungnya, masih lawakan yang bersih. legaa.
"ada kebuka disini," kata nyokap tanpa dosa. "adik suka banget buka 9gag, bukan?"
dengan gerakan secepat kilat (seah) gue nyabut mouse dari colokannya. emang lebay dan emang masih ada trackpad di laptopnya, tapi paling ngga kalo nyokap gue mau nge-scroll ke bawah dia bakal kebingungan dulu nyari mouse-nya dan itu bakal ngasih gue waktu utk mengalihkan perhatiannya. sama kyk gue, dia kalo memproses sesuatu suka lemot.
tindakan selanjutnya. usir nyokap dan bokap. "iya, iya emang," gue bilang asal. "eh, perlu lagi nih make komputer. mendadak. pergi dong!"
itu bukan pengusiran paling halus yang pernah gue lakuin, dan gue yakin ulama2 dari sekeliling dunia bakal menceramahi gue kalo mereka tahu. 
dan akibatnya, mereka ngga nurut.
"but it's funny! one more post, and then we'll go," aju bokap dari posisinya di kasur. nyokap menyetujui dengan riang.
"yeah. one more post, oke dek?" tanyanya riang, dan tanpa mengalami kebingungan yang gue rencanakan, dia meletakkan jarinya di trackpad dan menyeretnya ke bawah.

kenapa. 

dengan suasana dramatis persis sinetron, post berikutnyalah yang menjadi ranjau.
dengan huruf yang dicetak gede, putih, dengan outline hitam, adalah post tentang aktivitas... uh... yah, pokoknya aktivitas di pagi hari sama pacarnya. nggak lucu sama sekali. bokep iya. mana tulisannya singkat, padat, dan jelas pula. terlalu jelas.

where's the damn censor when you need it?

"HAHAHA!" gue ledak bagai orang gila. panik total, seolah dengan ketawa gue bisa menghapus post sialan itu dari ingatan ortu gue. secara autopilot gue narik nyokap keluar dari kursi dan menggiring paksa keduanya keluar kamar. "Well, would you look at that? that was a weird post, right?"
mereka ngeliatin gue lama. tatapan mereka kaget-campur-apa?-campur-oke. I died a thousand cruel deaths dalam waktu lima detik itu. 
setelah kembali ke komputer gue tutup tab 9gag dan memilih beralih ke fanfiction.
barulah gue sadar bahwa fanfic yang lagi gue buka itu oneshot M (hei, fanfic terbaik banyak yang M ratingnya. don't judge me.)
dan ortu gue nyaris aja baca tentang dua karakter game yang berantem yang lalu menjadi seni akrobatik di atas meja dapur.
nyong.