Saturday, November 10, 2012

lift dan tetangga...dan pisang

lift, menurut gue, adalah tempat paling dijamin untuk dapetin gosip terbaru. apalagi kalo lift apartemen, yang biasanya dihuni oleh ibu-ibu agak-lebih-high-class dan ga segan2 berbagi berita terbaru dengan temennya walau lift penuh dengan orang2 lain.
contohnya, gue tahu kenapa seorang seleb yang dulu tinggal di apartemen gue pindah, kenapa cowo ngga boleh lagi main ke apartemen cewe berduaan, dan kenapa manager gedung gue kerap mengamuk dan bermakeup tebal, itu semua dari gue nguping pembicaraan mereka.
TAPI nggak nguping juga, ayolah, ruang sesempit itu kan susah untuk ga ngedengerin. lagian mereka ngomong tuh membahana kyk lagi ngomentarin bola.

lanjuut. nah, yang namanya spesies ibu2 di apartemen gue itu ada beberapa yang aneh. sangat aneh, bahkan. dan menurut gue yang paling aneh sampe sekarang adalah Ibu2 Pisang, seorang ibu2 yang gue temui di lift kemarin malem.
Ibu2 Pisang ini sekilas tampak normal. rambut dicat agak kemerahan khas ibu2, baju warna warni, tas kinclong dan sepatu flats. gue nggak terlalu merhatiin dia sampe kita berdua di dalam lift dan tiba2 blackberry-nya bunyi, dengan ringtone melodi piano yang, sebenarnya, kedengeran cukup dewasa.
dia membuka pembicaraan dengan "Ya?" standar. berlanjut ke "Uhuh, uhuh" dan "Mmm..."
lalu disusul tiba2, "Apa?" yang sangat sinetron.
sampai titik itu gue langsung memperhatikan dengan seksama. matanya lebar. horor. "Nggak, nggak," dia setengah-teriak. "Nggak, itu...hidupku... Nggak, jangan! Jangan pisangnya!"

dafuq. dari yang gue dengar, yakni "hidupku" dan "jangan pisangnya", gue jadi sangat waswas ini ibu2 kenapa. atau mungkin gue yang salah denger--percayalah, riwayat kesalahdengaran gue itu cukup panjang. gue lupa gue dipanggil budek berapa kali sama temen2 gue.

"Tolong jangan," dia memohon ke dalam blackberrynya. "jangan."

hening.

akhirnya dia geleng2 dan tutup telpon tanpa salam pisah atau apa. blackberrynya dimasukin ke dalam tas kinclong dan dia menengok ke arah kaca yang ada di lift. gue dengan kaget melihat matanya berkaca2. sumpah, ini pisang kenapa sih? kok bisa sampe menggugah emosinya seorang ibu2? apa mungkin itu suatu nama sandi? tapi kalo emang bener itu pisang, bener2 buah pisang... well... that's some serious love for bananas.
yang jelas gue dengan cepat memalingkan wajah ketika dia ngeliat bayangan gue di kaca ngepelototin dia.

Thursday, October 4, 2012

di luar sana, pt 4

Halllo semua. Sudah lama tak berjumpa.
Tp gue orangnya susah kalo disuruh basa-basi jd kita to the point aja ya, melanjutkan kisah yang ini mungkin akan jadi bagian terakhir dari. maksudnya, melanjutkan kisah yang akan selesai dengan post ini. (lebih efektif.)
yang terakhir ini tentang waktu gue menghabiskan waktu sehari di dormitory kakak gue.
dorm nya lumayan besar krn dia senior, dan dia jg punya roommate, seorang cewek yang bermuka manis, nggak terlalu gendut tp ngerasa dia gendut, jago banget masak, dan tingkat kemalasannya bersih-bersih cukup setara dg gue.
siang itu pas gue datang berkunjung dia lagi ada di situ sama kakak gue. kita diperkenalkan, dan kakak gue menceritakan tentang bakat masaknya yg dikatakannya luar biasa dan kesenangannya dengan indomie, yang dibawa pulang kakak gue dari indonesia. katanya pas nonton The Raid bareng, roommate nya norak banget pas ada scene dimana ada orang2 lg makan indomie. katanya ampe jerit2 "Hey, that's indomie! indomie!" dg lantang.
namun gue selama perkenalan nggak terlalu bisa fokus karena ada bau masakan yg enak banget dateng dari dapur. gue penasaran, apa ya? baunya kyk... keju, tapi enak.
lalu roommate nya ini menyatakan sudah waktunya makan siang dan kita dengan bahagianya pindah posisi ke dapur. dan ternyata oh ternyata, yang sedang mendidih di atas kompor adalah...sop buntut.
wah, sop buntut di america. gue terharu. tp baru sekali ini sop buntut aromanya bisa seenak itu.
dg buru2 gue pun ngambil makanan dan duduk.
nah, komentar selama orang makan sop buntut itu apa sih, range-nya? (btw, sop buntut buatannya itu enak banget. kyk ngeleburin konsep makan nan kampung itu dengan flavor bumbu italia.) palingan enak/nggaknya. mentok2 cara masaknya gimana.
tp inilah kakak gue, seorang ilmuan biokimia, dan roommate nya, yg kuliahnya ngambil bidang geofisika. tak gue sangka omongannya menjadi sangat high-class.

kakak: "Hmm." *ngangkat dagingnya* "This meat is so soft. I wonder if there's a difference in the physically-influencing part of the DNA of the tailbone meat from the rest of the body that makes it so malleable under sufficient heating."
roommate: "I don't think it's the DNA. I think maybe the tissue structure is different, or perhaps because the muscles are so rarely used they've semi-atrophied."
kakak: "Hmm..." *ngeliat tulangnya* "And the marrow is so soft too, but the outside is hard. It's like spongy cartilage but layered with an osseous tissue. The rigidity appears to give it its coral-like three-dimensional internal structure, like a femur bone."

gue, yg hanyalah orang awam, cuma bisa menelan potongan wortel dengan diam.
setelah makan siang gue diajak liat2 kota. pertama2 kita ke boston library, yg gedenya membuat hati amat bahagia. "wow!" gue bilang pas ngeliat. kakak gue senyum. "Pengen ya punya perpus kyk gini di indonesia?" (gue terjemahin)
"What? Impossible," gue jawab selagi masuk. "Kalo di Indonesia ada gedung segede ini, pasti bakal dijadiin mal."
sedih.
setelah ke perpus, roommate kakak gue menyarankan kita nyoba frozen yoghurt di toko baru yang nggak jauh dari dormitory. disana kita beli harus bayar sesuai berat frozen yoghurt yg kita ambil, beserta toppingnya. karena inilah gue ama kakak gue sangat selektif dalam memilih topping untuk menghemat.
namun roommate nya agak sulit dg ini.
"Okay! I'll just take this," ujarnya penuh niat sambil menghiasi yoghurtnya dengan chocolate chips.
Udah mau jalan ke kasir, balik lagi. "Ooh, but I love Hersheys." Ditambahkan olehnya sprinkle coklat Hersheys.
Mau jalan ke kasir lagi, baalik lagi. "But I can't just forget about the M&M's!"
siklusnya terulang beberapa kali sehingga ia pun dengan lunglai jalan ke kasir dengan frozen yoghurt dipenuhi dengan segala jenis macem dari yang coklat ampe ke mochi yang warna-warni.
"I'm starting a diet tomorrow," dia bilang ke gue saat gue menatapi yoghurtnya.
"Ok," gue bilang.

Thursday, July 19, 2012

di luar sana, pt 3

maaf atas ketidakhadiran gue selama beberapa minggu ini...belakangan males buka laptop dan juga dihalangi oleh mos di SMA. (kyknya pengalaman yg itu ga bakal gue masukin blog. jaga2.) langsung saja gue akan nerusin kisah yg nggak selesai2 di amrik.
Belum beberapa lama di sana gue tiba2 sadar, saat jalan2 atau lagi ada di tempat umum, bahwa hampir semua cowo yang gue liat dan melintas di hadapan gue itu kok ganteng banget. gue ngerasa kyk cewe2 centil di indonesia yang setiap satu dlm lima cowo yang lewat dibilang ganteng (wlopun nggak. dan bisa lebih dari satu dari lima cowo.) dan kyknya reaksi orang2 di sekitar gue nanggepin mereka dengan amat santai, bahkan beberapa temen gue ada yang bilangin jelek. lalu terpikirlah, gila ya gue ini kenapa?
abis dipikirin muncullah dua teori. yg pertama -- krn cowo di indonesia itu rata2 jelek semua, pemandangan baru di amrik yang berstandar lbh tinggi berdampak atas alam-bawah-sadar gue sehingga cowo bule yang dianggep biasa aja keliatan cakep bgt buat gue dan yg ganteng keliatan amat sangat cakep buat gue. yg kedua -- emang gen2 para bule itu semakin membaik seiring bertambahnya keturunan dan temen2 gue yang selalu dikelilingi dengan mereka pun standarnya jauh lebih tinggi dibanding gue.
sayangnya kedua teori ini membuat gue merasa menyedihkan.
nah, walaupun gue sistem nginep di sana itu nomaden alias berpindah-pindah dari rumah teman yg satu ke yg lainnya, keluarga gue pny sejenis markas di rumah temen nyokap gue. dan temen nyokap gue ini punya anak cowo yg tiga taun lbh tua dibanding gue. dan temen nyokap gue ini, sejak gue berumur sepuluh taun, berusaha mati2an utk menjodohkan gue dg anaknya itu.
oke, oke. saya mengakui. anaknya ganteng dan baik bgt dan...single. (tp inget kedua teori gue.)
krn usaha nyokapnya yg bener2 transparan, interaksi antara gue sama anak itu seringkali awkward. contohnya, di saat makan malam, gue abis makan dan gue sebagai tamu yg baik *eaa* embat piringnya buat dicuci sekalian. trjadilah percakapan yg akan gue terjemahin.


dia: "eh nggak usah dicuci, entar gue aja sendiri"
gue: "sisa nasinya udah nempel tauk. susah nyucinya kalau dibiarin kelamaan."
dia: "yaaa gapapa, udah gue aja"
gue: "telat"
dia: "tapi gue ga enak sama lo kalo lo yg nyuci"
gue: "ya...."


*hening awkward*


gue: "udah sana, I got this" *sok keren*
dia: "uh...okay then. makasih." *raba2 leher dg awkward*
gue: "yep. ahah." *ketawa dg awkward*


nah itu sebatas percakapan. kalo tindakan...
kita trnyata punya satu hobi yg sama, yaitu ke perpus. pada suatu saat, temen nyokap sadar kalo gue lg pengen ke perpus dan tanpa ampun dia lgsg nyerang cowo itu. disuruhnya "sekalian bareng aja ke perpus", krn kebetulan dia lg pengen ngembaliin buku pinjaman kesana. terjebaklah gue dlm situasi nan awkward lg.
udah cuma berdua ke sananya, naik scooter pula. anak itu baru beli motor beberapa hari yg lalu dan bangganya stngh mati, kemana2 bakal naik scooter kesayangannya itu. dg tegas nyokapnya bilang, "kesana barengan naik scooternya aja! biar gampang!"
gue, yg tak berkuasa ini, hanya bisa ketawa palsu.
turunlah kita ke driveway dan cowo itu dgn gerakan agak canggung menaiki scooterrnya. gue ikut naik di belakang, yg agak susah karena gue berusaha sepenuh tenaga utk naik tanpa nyinggung bagian apapun dari tubuhnya. terciptalah jarak sekitar tiga senti antara badan gue dg badannya. jarak aman, pikir gue.
lalu gue sadar, sialan. ini amrik. lo kalo naik motor harus pegangan sama orang yang nyetir. 
seolah keadaan ga bisa tambah parah nyokapnya yang mengawasi dari balkon teriak, "Britaaaa!!! Hold onto him!!!"
dfffffff.
"Um..." gue gelagapan. "sori ya!" tanpa berpikir panjang gue meletakkan tangan di bahunya dan meringis. kok rasanya kyk megang sesuatu yg terlarang.
dibawah tangan gue bahunya agak merileks. "no problem," ujarnya singkat, dan dia pun nginjek gas. sampai ke toko buku, menurut gue ini bagian yg cukup lawak. gue langsung meroket ke sektor buku novel, sdgkan dia...ke sektor majalah.
aneh sekali. sbg cewe layaknya gue yg ke sektor majalah dan dia ke novel. gue berusaha nginget2 majalah cowo yg pernah gue liat dan ketika sadar kalau isinya itu biasanya yg..."nggak-nggak" (ya, namanya juga majalah cowo) gue lgsg ganti topik di kepala. ogah mikir ke situ.
pas pulang lagi ke rumahnya, gue ngibrit ke kamar dan dia ngibrit ke kamar mandi, dlm kata lain ke dua arah yang berlawanan. nyokapnya hanya bisa berdiri di bawah tangga dan manggil2 bingung, "eh? jadi tadi gimana ke perpusnya?"

Sunday, June 24, 2012

di luar sana, pt 2

ini kyknya bakalan jadi post yang keliatan diceplak langsung dari sbuah film remaja.
kalo misalnya ada orang yg ngomong, "pesta di luar negeri", pikiran pertama lo apa?
untuk sebagian besar orang akan muncul istilah "gila-gilaan". mungkin "mabuk-mabukan". mungkin "cipok-cipokan". mungkin.... yg lainnya. intinya bukan pesta yang sopan.
entah bagaimana gue bisa kejebak dalam situasi yang kyk gitu tapi ya, kejebaklah.
tanpa sepengetahuan gue temen2 disana ternyata bikin sejenis surprise party buat gue *terharu*. tapi ternyata kdatangan gue cuma jadi alasan biar mereka bisa bersenang-senang. surprise partynya diadain di rumah salah satu dari mereka dan gue, sebagai sejenis penyambutan, disiram dengan sesuatu yang baunya tajam. belakangan gue sadar itu red bull.
untungnya cewe2 amerika nggak jauh beda dari yang indo, beberapa susah jaga rahasia, jadi gue udah tau kalo bakal ada pesta dan seperti orang waras manapun gue mempersiapkan diri. di tas tenteng ada hp yg berbatere penuh, semprotan berisi soda (jaga2, kalo misalnya ada temen yg terlalu mabok), dan air mineral 500 gram. temen yg ngebawa gue kesana ketawa ampe mukanya merah ngeliat semua barang itu.
sedihnya, anak2 yg gue kenal dari kecil itu...ya...bukan anak kecil lagi. beberapa jadi pecandu narkoba. beberapa skrng...ya...murah. tapi untungnya mereka tetep seseru dulu.

setelah pesta dimulai gue didatengin ama salah satu temen cowo gue yg minum root beer aja udah sempoyongan. dia nanya kenceng2, "sooo brita, what's the name of your high-school?"
gue mainin aja tu orang. "Es-Em-Ay 70. SMA 70."
"Whaaat? SMA? Dafuq is thaaat?" dia mengayunkan gelasnya di udara. "Is that some sort of  private school, ehh?"
"No, it's Indonesian."
"Wuh. Indonesians are weirdd," lolongnya, lalu melenggang pergi.

ada baiknya gue bawa air mineral, karena temen2 gue itu tau betul kalo gue belom pernah minum yang gitu2 dan dijamin dengan kejailan mereka yg tinggi bakal ada yg berusaha memabukkan gue. jadi setiap kali gue haus gue bakal permisi di kamar mandi dan minum disana. menyedihkan memang.
menjelang akhir pesta, gue mencari2 temen yg ngebawain gue kesitu dan menemukan dia bercumbuan dengan pacarnya. awkward se-awkward-awkwardnya. mana gue bener2 harus pulang lagi.
salah satu temen gue yang kebetulan lewat dengan membawa minum berenti dan nanya, "brita, why're you standing there like that? you like watching people make-out?"
sicko. padahal dia sendiri ngaku suka porno.
gue bilang ke dia kalo misalnya cewe itu adalah tiket pulang gue dan dia ngakak. "oh! you're too nice!" balasnya. "here, I'll show you how to deal with this."
tanpa berpanjang-lebar lagi dia jalan ke arah mereka dan numpahin seisi gelasnya di atas kepala mereka.
seperti yang bisa ditebak, mereka berdua langsung jerit2 kesel dan ngemarahin dia--malah cowonya udah mau ngajak berantem. untungnya abis itu temen gue yang cewe masih rela nganterin gue pulang, dengan syarat gue harus nunggu dia ganti baju dulu.
di perjalanan pulang, temen gue ngaku kalo yang tadi itu bukan pacarnya, tapi sbnrnya mantannya. gue ngeliat dia dan tanpa sadar gue bilang, "what the hell?"
eh, dianya malah nangis dan gue diturunin depan rumah tanpa penjelasan lebih lanjut.
altogether, hari itu emang aneh dan gajelas.

Friday, June 8, 2012

di luar sana, pt 1

untungnya, karena temen gue yang terkenal heboh dan ngefans berat dengan seorang Tom Hiddleston (blognya zahra-kodok.blogspot.com), udah ngejelasin panjang-lebar di blognya, gue bebas dari kewajiban menjelaskan ketidakhadiran gue selama tiga minggu--kecuali nambahin dikit mungkin.
gue sekeluarga pergi ke amerika karena kakak gue mau lulus S1, yg tentunya menjadi alasan yang hebat untuk tidak ikut acara sekolah seperti prom yang dari dulu gue khawatirin sama pengumuman kelulusan.....yg sebenarnya ga masalah *tp gue males ikut*. prjalanan pesawat kesana yg memakan waktu sekitar 20 jam itu trnyata menghasilkan beberapa kisah, pertemuan gajelas dengan orang yang gajelas juga.
prtemuan yang paling melekat di ingatan adalah cowo yang gue temu di perjalanan transit jepang-detroit. berhubung sekeluarga sepakat bergantian nurunin koper dari...bagasi pesawat (gue gatau namanya) pada saat nyampe bandara dan gue kena giliran, terpaksa berdiri gue memenuhi janji.
namun pada saat gue hendak menurunkan koper...kejadian ala sinetron versi pesawat terjadi. kecerobohan gue saat nurunin menyebabkan kopernya jatuh lepas dari bagasi dan akibatnya beberapa orang yang juga lagi nurunin koper ikut kepentok . Lucunya, (sbnrnya ga lucu pas lagi kejadian), semua orang yang kena koper menjerit dan seumur hidup gue blom pernah denger segerombolan orang mengutuk scr serentak dalam begitu banyak bahasa.
nah di kursi depan gue lagi ada cowo yang berdiri, dan dia langsung ngebantuin. mulailah kesinetronannya.
"are you alright?" dia nanya dengan logat agak british, dan gue angkat muka. tampangnya khas eropa dan rambutnya merah bergaya berantakan. gue nggak biasanya nganggep orang berambut merah ganteng, tapi buat dia gue bikin pengecualian.
"uh..." gue agak salting. kenapa salting? selain cowonya ganteng gue juga dalam kondisi yang kurang menguntungkan, yaitu dengan penuh keringat, kedua tangan dipenuhi koper selebar gue, adanya orang2 menggerutu keras di belakang, dan bokap nyokap yang memarahi dari kursi. timingnya nggak bisa lebih jelek.
spontan gue teringet temen gue yang nitip foto bule ganteng. mungkin dia nggak rambut hitam + mata biru tp tetep aja cakep. "yeah i'm fine" jawab gue buru2 sambil naro koper di lantai dan nyariin ipod untuk memfoto. "um, can you just stand there for a moment please?"
"what?" tanyanya heran. maklum, gue juga bakal heran kalo nawarin orang bantuan trus orangnya malah minta berdiri diem. saat jari2 berhasil menggarap ipod, barangnya malah jatuh dan gue mengutuk. "hold on for a sec!" gue teriak saat mencari2 kemana perginya benda licik itu. begonya gue nggak nyadar kalo posisi gue yang menunduk membuat pantat menyapa dengan aibnya.
"ngapain sih dek?" bonyok risau. antrian udah mulai gerak dan gue akhirnya menemukan ipod. "aha!" seru gue dengan girang menghadap cowo itu lagi dan menemukan tempatnya kosong. dia pergi. DIA PERGI. gue belain mau foto ampe sepesawat marah sama gue dan DIA PERGI. rasanya pengen gue cari dia, lemparin dia pake ipod, baru foto dia.
"cepetan gerak, udah nunggu nih orang2 dibelakang," gerutu bonyok dan gue buru2 ninggalin pesawat.
saat itu gue merasa tolol banget.

Sunday, April 8, 2012

seputar reaksi sinetron


layaknya keluarga manapun, kita semua bervariasi satu sama lain. kakak gue suka musik rock, nyokap gue ga suka. nyokap gue nganggep ricky martin ganteng, gue nggak. gue ga tahan nonton cherrybelle, bokap gue *sangat* tahan. begitu pula dalam masalah sinetron, reaksi berbeda-beda.

1. Reaksi bokap
Nggak mencela, nggak pula mendukung. Lima menit lewat beliau sudah tertidur lelap depan TV.

2. Reaksi nyokap
Jarang mau nonton sinetron, kalau diajak ogah-ogahan. Namun apabila sudah menonton.....lebay. Nontonnya dengan sangat menghayati dan berapi-api. Juga sangat rame saat menyaksikan. "JANGAN MASUK SANA!" atau "PILIH DIA LAH, NGAPAIN YANG JELEK" adalah beberapa contoh.

3. Reaksi kakak
Di antara semuanya kakak gue yang paling antagonis menghadap sinetron. Gayanya amat sinis dan tak pernah melewatkan kesempatan untuk mencela. Celaannya pun sering berakhir dengan kata2 "apaan banget." Contoh:
"Gila, jadi cewe tegar kek. Dikit-dikit nangis. Apaan banget."
"Kalo dipukul orang mukul balik lah! malah ngeringkuk kyk pecundang. Apaan banget."
"Orang2 bikin sinetron pake logika kok susah ya? Apaan banget."
Singkat kata reaksinya, apabila digambarkan, seperti ini:

(9gag.com)

4. Reaksi gue
Selama nonton gue biasanya diem. Ngga komentar apa2. Abis selesai main juga nggak berkutik. Tetapi kenyataannya gue-lah yang paling inget dengan detil2 dari sinetron yg telah ditonton. Buktinya pas ditanya siapa yang diculik, dimana ketemunya atau apa yang terjadi, gue dengan sigap dapat menjawab. Ilmu ga berguna emang.

so true

Monday, March 19, 2012

bermuka tua

kebiasaan kalo di mal jalan bareng sama nyokap, dan kebetulan lewat metro, pasti gue ngomong, "jangan liat kiri/kanan (tergantung tokonya ada di sblh mana)". alasannya sederhana. nyokap gue kalo liat metro bawaannya pengen masuk dan liat2, bertolak belakang dg gue yg paling males belanja baju. sering bgt gue diseret masuk sm nyokap dan trpaksa menemani beliau berjam2 di dalam sana.......keluar2, ngga beli apa2. ngeselin.
kemarin gue ama nyokap pergi ke mal niatnya pengen beli crocs krn ada 50% diskon, tapi ujung2nya ngelantur.

"ayo yuk, ke metro," rayu nyokap.
"nggak."
"ayo-"
"nggak."

singkat cerita gue kena tatapan puppy-eyes (jurus terdahsyat nyokap) dan akhirnya luluh tergiring masuk. banyak ibu2 yg berkeliling dg sibuknya dan gue mikir dalam hati: ya tuhan, I don't belong here.
di rak2 baju kan biasanya ada mbak yg ngejagain, nah di salah satunya gue misah dari nyokap dan gue pun ngeliat2 baju yg ada scr asal dan ga niat. nyokap nemenin bentar trus bilang, "mau nyari baju disini? ya udah, nanti samperin kalo udah."
gue stngh hati nanggepin dan lalu ditinggal berdua sm mbak yg ngawasin. tiba2 mbaknya pergi dan kembali beberapa saat kemudian dg sesuatu di tangannya.

"Ini, dek, buat kakaknya," ujar mbaknya nyodorin blus.

Apa? Kakak?

"Kakak yg mana?" gue tanya balik.
"Kakak yg tadi, yg nyuruh nyamperin kalo udah selesai ngeliat2."

butuh waktu lima detik utk memproses.
oh...
itu kan...
NYOKAP GUE.

astaga. ini ada dua kmungkinan. yg pertama, nyokap gue yg keliatan muda *banget*. yg kedua, gue yg bermuka tua *banget*. mksdnya, perbedaan usia antara kita kan sekitar 40 TAHUN. ga kebayang.

"itu...ibu saya," gue berkata lemas.

mbaknya pun bermuka kaget. "oh!" dia ketawa salting. "maaf dek! pantesan...kok...mirip banget...ahah"

fu.

Wednesday, February 29, 2012

orang pacaran itu...

orang pacaran sekarang itu...
liar, ya.
gak gue sangka lho awalnya. kirain cuma jalan2 bareng, gandengan tangan, mentok2 cium pipi. mental orang lugu emang. ternyata tau2 udah...mantap sekali pergaulannya. martabat manusia udah jatuh jauh ._.
dan mungkin ini lelucon Tuhan, tapi entah kenapa kalo gue ketemu orang lagi pacaran sering bgt pacarannya itu saat menampilkan ke'mantap'annya. contohnya waktu itu di langsat, gue ga sengaja liat dua orang asik MO di atas motor dan gue langsung balik kanan bubar jalan.
contohnya lagi waktu itu di kolam renang (yg gue udah pernah nyeritain). dan satu lagi yg bikin geli sekaligus jijik itu pas lagi naik lift apartemen. mereka awalnya cuma ngobrol cekikik biasa, eh tiba2 slg temu bibir deh.
rasanya pengen gue bilangin, ada CCTV, bego. tapi berhubung gue jahat, gue biarin aja. lagian biar satpam yg mengawasi dpt hiburan.
tapi apa gue yg kuno mikirnya? sbnrnya gue ga mempermasalahkan org yang begitu. namanya juga hidup mereka, sesuka mereka lah, emang gue pikirin. akibatnya kan dia sendiri yg bakal ngerasain. (jieeh.)
jadi intinya gue berharap orang2 yg membaca posting ini...ga trmasuk golongan org yg begitu. bg yg cewe, punya harga diri dikit lah. kita kan makhluk2 keren bisa ngelahirin netein manusia baru, jadi kita mesti menjaga diri. bg yg cowo, gue tau kalian sdg puber yg berarti pikiran sering menjerumus ke sana, tp ditahanlah. ntar juga ada saatnya kok lo menyalurkan pikirin2 tsb--abis nikah. (eh...ga enak ya bahasanya.)
dan maaf bg yg berpikiran sebaliknya, gue ga brmksd nyindir. jgn marah. ini kan hanya berpendapat.
dan selamat bg yg sependapat, kita sehati berarti :D

Thursday, February 16, 2012

puisi spontan

racauan iseng yg gue bikin, dedicated to...karya tulis alias kartul (-_-) hasil berkutat dg presentasi kartul seminggu penuh.

kartul
awalnya ku sangka
kisah kita telah usai
lembar terakhir tercetak sudah
cover mika tertutup rapat

namun
mengapa kau kembali
untuk menghantuiku?
padahal masa lalu,
seharusnya dibiarkan masa lalu.

padahal
ku pernah menghabiskan
banyak waktu untukmu
bahkan sebagian pikiranku
ku luangkan untuk memikirkanmu

kartul
aku sudah lelah
mending kau pergi saja
dan jangan kembali
kuharap ini terakhir kali
kita bertemu

karena...gue bener2 udah muak

selesai. heran deh, sesuatu yang se-gapenting dan se-gajelas ini bisa begitu panjang, sdgkan hal2 yg amat penting dan agak jelas susah bgt gue kerjain. #curcol

Thursday, January 26, 2012

burungnya...lepas?

nenek gue termasuk tipe nenek yang doyan nonton sinetron, memasak sepanjang hari, dan ahli dlm bidang gosip 'siapa-melakukan-apa' dan 'apa-yang-sebenarnya-terjadi'. dan setiap kali nenek gue main ke jakarta, dibawalah hobi2 tsb ke rumah gue.
skrng, jujur, gue bisa ditanya ttg apapun dari sinetron manapun dan/atau gosip selebriti. gue tau knp jack ninggalin berlian (binar bening berlian), knp dewa nggak bisa ngeliat sakti (dewa), dan knp dewi perssik lebih hati2 berkendara (insert sore). jadwal gue sepulang sekolah adalah: pulang-ganti baju-belajar-"nemenin nenek nonton"-mandi-makan-belajar-"nemenin nenek nonton".
gapenting bgt emang.
faham yg gue anut saat ini adalah Inosen (Ikut Nonton Sinetron) dan Magilgil (Makan Gila-Gilaan). masalah gendut tak usah dipikirkan, yang penting bahagia :D

now to the point. minggu lalu gue sempet ngobrolin soal tetangga di rumah yg dulu sm nenek. sampai pada percakapan ini:

N: "di sana banyak hantu lho, brit."
B: "jangan nakutin, nek. nanti kena karma."
N: "eh...beneran! udah lama padahal, masa ndak tahu?"
B: "nggak tahu dan nggak peduli--"
N: "kasihan, lho, brit. inget ndak di rumah seberang jalan itu ada anak seumuran kakakmu?"
B: "oh. inget, inget."
N: "dia bunuh diri."

Kampret. ga lucu abis. mana nenek gue masang muka polos mata lebar dan nada pelan pula. Nenek gue jg ga pernah bisa ngibulin orang jd gue tau dia jujur.

B: "kok bisa???"
N: "iya... karena..."

Nenek gue ngedip, mendekatkan diri ke kuping gue, dan membisik, "burungnya."
eh?
gue heran knp tiba2 ditatap dg tatapan penuh pengertian. "burungnya...lepas!" tambahnya kemudian. "lepas, benar-benar lepas."

oke. ada yg gue lewatin disini?

sedetik kemudian gue sadar. oh Gusti. jangan2... "maksudnya burungnya lepas?" gue tanya, dlm usaha meluruskan. "burung beo yang wkt itu ya?"
nenek menggeleng. "bukaan, bukan beo..."
"oh. apa dong?"
saat itu pintu membuka dan nyokap masuk, membuyarkan pembicaraan ga jelas yg tengah berlangsung.
"nanti kita sambung lagi brit," nenek gue berkata, kembali dg tatapan penuh arti itu. lalu beliau pergi utk menggoreng timun laut.

Friday, January 20, 2012

tetangga dan lift

stiap hari abis pulang dari sekolah, gue selalu pake lift bwt naik ke atas. (pernah sekali nyoba pake tangga--pas nyampe di apartemen, gue lgsg teler dan besoknya gue jalan mesti dibantuin orang, bahkan kalo ke kamar mandi.) kalo lagi hoki gue sendirian di lift, tapi kalo lagi ga hoki *yang berarti sangat sering terjadi* gue trpaksa berbagi lift dg orang lain. bukannya gue ansos ato gimana, tp sebagian dari tetangga gue tuh suka aneh2 orgnya. mau yang indo, cina, korea, jepang, semua sama aja.

cth 1:

gue pernah turun lift bareng ibu-ibu korea yg rupanya ga tau cara memadukan baju. wkt itu dia lg make celana joging hot pink, sepatu emas kinclong, dan tanktop kuning bergambar snoopy. sedangkan rambutnya yang dihighlight merah ala k-pop dikuncir satu dilengkapi topi baseball NY warna item, wajahnya penuh dg makeup, dan tangannya mengempit tas kondangan kulit buaya buatan gucci.
ironisnya gue kira gue yang bakal worst-dressed di lift itu (krn wkt itu gue lg pengen turun ke mall bwt beli kanvas dan males ganti baju). alhasil selama turun itu gue gabisa berhenti ngeliatin orang itu, bingung dia mau ke
a) gym, karena bajunya, atau
b) ke kondangan, karena tas dan makeupnya, atau
c) ke GBK, karena topinya, atau
d) ke acara cosplay, karena itu satu2nya alasan logis yang terpikir oleh gue. siapa tau ada tokoh anime luar sana yang doyan brpakaian kyk gitu.
kemanapun dia pergi, gue berdoa, semoga pilihan bajunya masuk akal di sana.
pas nyampe lobby, ternyata dia ikutan jalan ke arah mall. gue yang ngebuntutin dari blkg cuma bisa menghela nafas. gpp deh, kalo itu emg maunya dia gue ga masalah. toh yang penting pede.

sekian lama kemudian gue dikasitau kalo dia pemilik restoran yang sering dikunjungin oleh keluarga gue dan trnyata adalah orang yang sangat kaya. jd benar rupanya, orang kaya emang bisa ngelakuin sesuka hati.
awas aja suatu hari nanti, kalo gue udah tajir, gue bakal beli empire state building dan main terjun payung dari sana setiap pagi--dan gaada orang yang bisa mnghentikan gue. muahah.

cth 2:

trnyata, sama spt di tanah abang, byk orang penghuni apartemen yang desperate krn ga dapet cewe dan bakal ngerayu yang paling jelek skalipun, bahkan kalo keringatan dan pny muka penuh jerawat.
wkt itu gue lg pulang sekolah dan dapet lift barengan ama mas2 berwajah korea. awalnya, layaknya orang bertetangga, gue cuma senyumin bentar trus udah, tp orangnya terus ngeliatin dg tatapan mesum. tau kan rasanya? kyk ditelanjangin pake mata.
akhirnya krn ga tahan gue masang muka kesel trus ngadep orangnya. "is there a problem?" gue tanya, nada tajem. bukannya berhenti ngeliatin ato gimana, dia malah senyum amat mesum dan matanya berbinar. kampret. adegan2 ala film cina kuno terlintas di pikiran gue (itu lho, yg ada orang2 shaolin berkungfu ria. seolah gue juga bisa terbang mlalui udara dan mecahin tanah pake satu tendangan.)
"hello." satu kata doang yang keluar dari mulutnya dan gue udah ngeri stngh mati. "i saw you swimming yesterday. you look good."
anjrit. apa dia bener ngomong itu? gue mundur dan seketika lift berbunyi. syukurlah, udah nyampe lantai gue. tnp mikir panjang gue ngibrit keluar dg diiringi kata perpisahan sang cowo mesum: "see you soon!"

dan cth 3:

kalo misalnya gue harus mengklasifikasikan, maka begini jadinya:
orang cina: sipit. *ya iyalah* ga deng, mksdnya, berbusana paling baik diantara yg lain dan bertampang sukses makmur.
orang korea: bawaannya ketus, sebagian besar yang gue ketemu biasanya otw ke gym. sporty.
orang jepang: gue pernah ketemu seorang ibu ama dua anaknya di lift yg turun sblm gue. tp berbeda dg kalangan lain, kluarga yg ini abis kluar ngadep seisi lift dulu dan berbungkuk penuh semangat dan hormat kpd setiap orang yang ada di dalam. abis itu anak2nya ngulangin lagi dan barulah mereka pergi. gue beserta tiga orang yang ada wkt itu cuma melongo.

wkt itu gue pulang sekolah telat, jadi buru2 pengen nyampe apartemen. sampe di lobi gue liat lift, nun jauh di ujung sana, berbunyi pertanda mau naik. gue seketika lupa diri--tanpa memikirkan nama baik, sopan santun, atau adab, gue lgsg lari tunggang lunggang dan melolong, "waaaaaait! tungguuuu!" kenceng2 ampe menggema di dlm lobi.
gue kira usaha gue bakal sia2, tapi ternyata orang yang tadinya mau naik denger lolongan gue dan dgn sabar telah menunggu kdatangan gue. pas diliat trnyata adalah wanita bermuka khas jepang yang menenteng plastik belanjaan.
"oh, uh, arigatou gozaimas" ujar gue ngesok.
tanpa disangka wajah wanita itu menyala dg kebahagiaan dan dia memandang gue dg kagum.
sedetik stlh itu dia mulai nyerocos.
blablabla "...ezukimas?" <-- yg gue denger
astaga. bhs jepang gue kan amat terbatas. yg gue tau plgn cuma arigatou yg td sm ohayo gozaimas, konichiwa, dan 'kono reiatsu' *gara2 bleach*. gue ketawa kecil salting dan nyela, "oh, i'm sorry, i don't speak much japanese."
wanita itu, bukannya diem, malah tambah nyerocos dan ngerogoh2 tas belanjaan. tangannya lalu muncul menyodorkan sepotong roti pizza breadtalk.
gue dlm hati: kok???
sambil tetep nyerocos, dia bolakbalik nyodorin roti itu ampe akhirnya gue nyerah dan nerima roti itu, disertai "arigatou gozaimas" sekali lagi dan bungkuk kehormatan yg pernah dilakuin keluarga jepang wkt itu. dg muka berseri2 dia ngangguk dan lift berhenti untuk nurunin dia. krn masih kebingungan tp bahagia dpt roti gue bilang arigatou sekali lagi dan dia jawab sblm ngilang ke apartemennya.
sesampainya di apartemen sendiri, gue lgsg buka dan melahap roti itu. bego bgt emang--gue tau peraturan dasar bahwa lo ga boleh nerima apapun dari orang tak terkenal krn bisa aja beracun atau berbahaya atau semacamnya, tapi bodo amat lah. lagian rotinya ga berbau racun kok. dan ampe skrng gue tetep sehat walafiat.
jujur, sejak itu, gue berharap banget bisa ketemu lg sm wanita itu (biar dpt gratisan lg, kurang ajar emang), tp ga prnah kejadian.
nah. jadi gitu. masih ada byk lagi, tp yg terutama tiga itu. tinggal di apartemen emang ribet dan kadang bermasalah, tapi ada byk pengalaman unik dan menarik yg bs didapetin disana.

halah. promosi abis.