Friday, June 8, 2012

di luar sana, pt 1

untungnya, karena temen gue yang terkenal heboh dan ngefans berat dengan seorang Tom Hiddleston (blognya zahra-kodok.blogspot.com), udah ngejelasin panjang-lebar di blognya, gue bebas dari kewajiban menjelaskan ketidakhadiran gue selama tiga minggu--kecuali nambahin dikit mungkin.
gue sekeluarga pergi ke amerika karena kakak gue mau lulus S1, yg tentunya menjadi alasan yang hebat untuk tidak ikut acara sekolah seperti prom yang dari dulu gue khawatirin sama pengumuman kelulusan.....yg sebenarnya ga masalah *tp gue males ikut*. prjalanan pesawat kesana yg memakan waktu sekitar 20 jam itu trnyata menghasilkan beberapa kisah, pertemuan gajelas dengan orang yang gajelas juga.
prtemuan yang paling melekat di ingatan adalah cowo yang gue temu di perjalanan transit jepang-detroit. berhubung sekeluarga sepakat bergantian nurunin koper dari...bagasi pesawat (gue gatau namanya) pada saat nyampe bandara dan gue kena giliran, terpaksa berdiri gue memenuhi janji.
namun pada saat gue hendak menurunkan koper...kejadian ala sinetron versi pesawat terjadi. kecerobohan gue saat nurunin menyebabkan kopernya jatuh lepas dari bagasi dan akibatnya beberapa orang yang juga lagi nurunin koper ikut kepentok . Lucunya, (sbnrnya ga lucu pas lagi kejadian), semua orang yang kena koper menjerit dan seumur hidup gue blom pernah denger segerombolan orang mengutuk scr serentak dalam begitu banyak bahasa.
nah di kursi depan gue lagi ada cowo yang berdiri, dan dia langsung ngebantuin. mulailah kesinetronannya.
"are you alright?" dia nanya dengan logat agak british, dan gue angkat muka. tampangnya khas eropa dan rambutnya merah bergaya berantakan. gue nggak biasanya nganggep orang berambut merah ganteng, tapi buat dia gue bikin pengecualian.
"uh..." gue agak salting. kenapa salting? selain cowonya ganteng gue juga dalam kondisi yang kurang menguntungkan, yaitu dengan penuh keringat, kedua tangan dipenuhi koper selebar gue, adanya orang2 menggerutu keras di belakang, dan bokap nyokap yang memarahi dari kursi. timingnya nggak bisa lebih jelek.
spontan gue teringet temen gue yang nitip foto bule ganteng. mungkin dia nggak rambut hitam + mata biru tp tetep aja cakep. "yeah i'm fine" jawab gue buru2 sambil naro koper di lantai dan nyariin ipod untuk memfoto. "um, can you just stand there for a moment please?"
"what?" tanyanya heran. maklum, gue juga bakal heran kalo nawarin orang bantuan trus orangnya malah minta berdiri diem. saat jari2 berhasil menggarap ipod, barangnya malah jatuh dan gue mengutuk. "hold on for a sec!" gue teriak saat mencari2 kemana perginya benda licik itu. begonya gue nggak nyadar kalo posisi gue yang menunduk membuat pantat menyapa dengan aibnya.
"ngapain sih dek?" bonyok risau. antrian udah mulai gerak dan gue akhirnya menemukan ipod. "aha!" seru gue dengan girang menghadap cowo itu lagi dan menemukan tempatnya kosong. dia pergi. DIA PERGI. gue belain mau foto ampe sepesawat marah sama gue dan DIA PERGI. rasanya pengen gue cari dia, lemparin dia pake ipod, baru foto dia.
"cepetan gerak, udah nunggu nih orang2 dibelakang," gerutu bonyok dan gue buru2 ninggalin pesawat.
saat itu gue merasa tolol banget.

2 comments: