ini kyknya bakalan jadi post yang keliatan diceplak langsung dari sbuah film remaja.
kalo misalnya ada orang yg ngomong, "pesta di luar negeri", pikiran pertama lo apa?
untuk sebagian besar orang akan muncul istilah "gila-gilaan". mungkin "mabuk-mabukan". mungkin "cipok-cipokan". mungkin.... yg lainnya. intinya bukan pesta yang sopan.
entah bagaimana gue bisa kejebak dalam situasi yang kyk gitu tapi ya, kejebaklah.
tanpa sepengetahuan gue temen2 disana ternyata bikin sejenis surprise party buat gue *terharu*. tapi ternyata kdatangan gue cuma jadi alasan biar mereka bisa bersenang-senang. surprise partynya diadain di rumah salah satu dari mereka dan gue, sebagai sejenis penyambutan, disiram dengan sesuatu yang baunya tajam. belakangan gue sadar itu red bull.
untungnya cewe2 amerika nggak jauh beda dari yang indo, beberapa susah jaga rahasia, jadi gue udah tau kalo bakal ada pesta dan seperti orang waras manapun gue mempersiapkan diri. di tas tenteng ada hp yg berbatere penuh, semprotan berisi soda (jaga2, kalo misalnya ada temen yg terlalu mabok), dan air mineral 500 gram. temen yg ngebawa gue kesana ketawa ampe mukanya merah ngeliat semua barang itu.
sedihnya, anak2 yg gue kenal dari kecil itu...ya...bukan anak kecil lagi. beberapa jadi pecandu narkoba. beberapa skrng...ya...murah. tapi untungnya mereka tetep seseru dulu.
setelah pesta dimulai gue didatengin ama salah satu temen cowo gue yg minum root beer aja udah sempoyongan. dia nanya kenceng2, "sooo brita, what's the name of your high-school?"
gue mainin aja tu orang. "Es-Em-Ay 70. SMA 70."
"Whaaat? SMA? Dafuq is thaaat?" dia mengayunkan gelasnya di udara. "Is that some sort of private school, ehh?"
"No, it's Indonesian."
"Wuh. Indonesians are weirdd," lolongnya, lalu melenggang pergi.
ada baiknya gue bawa air mineral, karena temen2 gue itu tau betul kalo gue belom pernah minum yang gitu2 dan dijamin dengan kejailan mereka yg tinggi bakal ada yg berusaha memabukkan gue. jadi setiap kali gue haus gue bakal permisi di kamar mandi dan minum disana. menyedihkan memang.
menjelang akhir pesta, gue mencari2 temen yg ngebawain gue kesitu dan menemukan dia bercumbuan dengan pacarnya. awkward se-awkward-awkwardnya. mana gue bener2 harus pulang lagi.
salah satu temen gue yang kebetulan lewat dengan membawa minum berenti dan nanya, "brita, why're you standing there like that? you like watching people make-out?"
sicko. padahal dia sendiri ngaku suka porno.
gue bilang ke dia kalo misalnya cewe itu adalah tiket pulang gue dan dia ngakak. "oh! you're too nice!" balasnya. "here, I'll show you how to deal with this."
tanpa berpanjang-lebar lagi dia jalan ke arah mereka dan numpahin seisi gelasnya di atas kepala mereka.
seperti yang bisa ditebak, mereka berdua langsung jerit2 kesel dan ngemarahin dia--malah cowonya udah mau ngajak berantem. untungnya abis itu temen gue yang cewe masih rela nganterin gue pulang, dengan syarat gue harus nunggu dia ganti baju dulu.
di perjalanan pulang, temen gue ngaku kalo yang tadi itu bukan pacarnya, tapi sbnrnya mantannya. gue ngeliat dia dan tanpa sadar gue bilang, "what the hell?"
eh, dianya malah nangis dan gue diturunin depan rumah tanpa penjelasan lebih lanjut.
altogether, hari itu emang aneh dan gajelas.
Sunday, June 24, 2012
Friday, June 8, 2012
di luar sana, pt 1
untungnya, karena temen gue yang terkenal heboh dan ngefans berat dengan seorang Tom Hiddleston (blognya zahra-kodok.blogspot.com), udah ngejelasin panjang-lebar di blognya, gue bebas dari kewajiban menjelaskan ketidakhadiran gue selama tiga minggu--kecuali nambahin dikit mungkin.
gue sekeluarga pergi ke amerika karena kakak gue mau lulus S1, yg tentunya menjadi alasan yang hebat untuk tidak ikut acara sekolah seperti prom yang dari dulu gue khawatirin sama pengumuman kelulusan.....yg sebenarnya ga masalah *tp gue males ikut*. prjalanan pesawat kesana yg memakan waktu sekitar 20 jam itu trnyata menghasilkan beberapa kisah, pertemuan gajelas dengan orang yang gajelas juga.
prtemuan yang paling melekat di ingatan adalah cowo yang gue temu di perjalanan transit jepang-detroit. berhubung sekeluarga sepakat bergantian nurunin koper dari...bagasi pesawat (gue gatau namanya) pada saat nyampe bandara dan gue kena giliran, terpaksa berdiri gue memenuhi janji.
namun pada saat gue hendak menurunkan koper...kejadian ala sinetron versi pesawat terjadi. kecerobohan gue saat nurunin menyebabkan kopernya jatuh lepas dari bagasi dan akibatnya beberapa orang yang juga lagi nurunin koper ikut kepentok . Lucunya, (sbnrnya ga lucu pas lagi kejadian), semua orang yang kena koper menjerit dan seumur hidup gue blom pernah denger segerombolan orang mengutuk scr serentak dalam begitu banyak bahasa.
nah di kursi depan gue lagi ada cowo yang berdiri, dan dia langsung ngebantuin. mulailah kesinetronannya.
"are you alright?" dia nanya dengan logat agak british, dan gue angkat muka. tampangnya khas eropa dan rambutnya merah bergaya berantakan. gue nggak biasanya nganggep orang berambut merah ganteng, tapi buat dia gue bikin pengecualian.
"uh..." gue agak salting. kenapa salting? selain cowonya ganteng gue juga dalam kondisi yang kurang menguntungkan, yaitu dengan penuh keringat, kedua tangan dipenuhi koper selebar gue, adanya orang2 menggerutu keras di belakang, dan bokap nyokap yang memarahi dari kursi. timingnya nggak bisa lebih jelek.
spontan gue teringet temen gue yang nitip foto bule ganteng. mungkin dia nggak rambut hitam + mata biru tp tetep aja cakep. "yeah i'm fine" jawab gue buru2 sambil naro koper di lantai dan nyariin ipod untuk memfoto. "um, can you just stand there for a moment please?"
"what?" tanyanya heran. maklum, gue juga bakal heran kalo nawarin orang bantuan trus orangnya malah minta berdiri diem. saat jari2 berhasil menggarap ipod, barangnya malah jatuh dan gue mengutuk. "hold on for a sec!" gue teriak saat mencari2 kemana perginya benda licik itu. begonya gue nggak nyadar kalo posisi gue yang menunduk membuat pantat menyapa dengan aibnya.
"ngapain sih dek?" bonyok risau. antrian udah mulai gerak dan gue akhirnya menemukan ipod. "aha!" seru gue dengan girang menghadap cowo itu lagi dan menemukan tempatnya kosong. dia pergi. DIA PERGI. gue belain mau foto ampe sepesawat marah sama gue dan DIA PERGI. rasanya pengen gue cari dia, lemparin dia pake ipod, baru foto dia.
"cepetan gerak, udah nunggu nih orang2 dibelakang," gerutu bonyok dan gue buru2 ninggalin pesawat.
saat itu gue merasa tolol banget.
gue sekeluarga pergi ke amerika karena kakak gue mau lulus S1, yg tentunya menjadi alasan yang hebat untuk tidak ikut acara sekolah seperti prom yang dari dulu gue khawatirin sama pengumuman kelulusan.....yg sebenarnya ga masalah *tp gue males ikut*. prjalanan pesawat kesana yg memakan waktu sekitar 20 jam itu trnyata menghasilkan beberapa kisah, pertemuan gajelas dengan orang yang gajelas juga.
prtemuan yang paling melekat di ingatan adalah cowo yang gue temu di perjalanan transit jepang-detroit. berhubung sekeluarga sepakat bergantian nurunin koper dari...bagasi pesawat (gue gatau namanya) pada saat nyampe bandara dan gue kena giliran, terpaksa berdiri gue memenuhi janji.
namun pada saat gue hendak menurunkan koper...kejadian ala sinetron versi pesawat terjadi. kecerobohan gue saat nurunin menyebabkan kopernya jatuh lepas dari bagasi dan akibatnya beberapa orang yang juga lagi nurunin koper ikut kepentok . Lucunya, (sbnrnya ga lucu pas lagi kejadian), semua orang yang kena koper menjerit dan seumur hidup gue blom pernah denger segerombolan orang mengutuk scr serentak dalam begitu banyak bahasa.
nah di kursi depan gue lagi ada cowo yang berdiri, dan dia langsung ngebantuin. mulailah kesinetronannya.
"are you alright?" dia nanya dengan logat agak british, dan gue angkat muka. tampangnya khas eropa dan rambutnya merah bergaya berantakan. gue nggak biasanya nganggep orang berambut merah ganteng, tapi buat dia gue bikin pengecualian.
"uh..." gue agak salting. kenapa salting? selain cowonya ganteng gue juga dalam kondisi yang kurang menguntungkan, yaitu dengan penuh keringat, kedua tangan dipenuhi koper selebar gue, adanya orang2 menggerutu keras di belakang, dan bokap nyokap yang memarahi dari kursi. timingnya nggak bisa lebih jelek.
spontan gue teringet temen gue yang nitip foto bule ganteng. mungkin dia nggak rambut hitam + mata biru tp tetep aja cakep. "yeah i'm fine" jawab gue buru2 sambil naro koper di lantai dan nyariin ipod untuk memfoto. "um, can you just stand there for a moment please?"
"what?" tanyanya heran. maklum, gue juga bakal heran kalo nawarin orang bantuan trus orangnya malah minta berdiri diem. saat jari2 berhasil menggarap ipod, barangnya malah jatuh dan gue mengutuk. "hold on for a sec!" gue teriak saat mencari2 kemana perginya benda licik itu. begonya gue nggak nyadar kalo posisi gue yang menunduk membuat pantat menyapa dengan aibnya.
"ngapain sih dek?" bonyok risau. antrian udah mulai gerak dan gue akhirnya menemukan ipod. "aha!" seru gue dengan girang menghadap cowo itu lagi dan menemukan tempatnya kosong. dia pergi. DIA PERGI. gue belain mau foto ampe sepesawat marah sama gue dan DIA PERGI. rasanya pengen gue cari dia, lemparin dia pake ipod, baru foto dia.
"cepetan gerak, udah nunggu nih orang2 dibelakang," gerutu bonyok dan gue buru2 ninggalin pesawat.
saat itu gue merasa tolol banget.
Subscribe to:
Comments (Atom)