Sunday, June 24, 2012

di luar sana, pt 2

ini kyknya bakalan jadi post yang keliatan diceplak langsung dari sbuah film remaja.
kalo misalnya ada orang yg ngomong, "pesta di luar negeri", pikiran pertama lo apa?
untuk sebagian besar orang akan muncul istilah "gila-gilaan". mungkin "mabuk-mabukan". mungkin "cipok-cipokan". mungkin.... yg lainnya. intinya bukan pesta yang sopan.
entah bagaimana gue bisa kejebak dalam situasi yang kyk gitu tapi ya, kejebaklah.
tanpa sepengetahuan gue temen2 disana ternyata bikin sejenis surprise party buat gue *terharu*. tapi ternyata kdatangan gue cuma jadi alasan biar mereka bisa bersenang-senang. surprise partynya diadain di rumah salah satu dari mereka dan gue, sebagai sejenis penyambutan, disiram dengan sesuatu yang baunya tajam. belakangan gue sadar itu red bull.
untungnya cewe2 amerika nggak jauh beda dari yang indo, beberapa susah jaga rahasia, jadi gue udah tau kalo bakal ada pesta dan seperti orang waras manapun gue mempersiapkan diri. di tas tenteng ada hp yg berbatere penuh, semprotan berisi soda (jaga2, kalo misalnya ada temen yg terlalu mabok), dan air mineral 500 gram. temen yg ngebawa gue kesana ketawa ampe mukanya merah ngeliat semua barang itu.
sedihnya, anak2 yg gue kenal dari kecil itu...ya...bukan anak kecil lagi. beberapa jadi pecandu narkoba. beberapa skrng...ya...murah. tapi untungnya mereka tetep seseru dulu.

setelah pesta dimulai gue didatengin ama salah satu temen cowo gue yg minum root beer aja udah sempoyongan. dia nanya kenceng2, "sooo brita, what's the name of your high-school?"
gue mainin aja tu orang. "Es-Em-Ay 70. SMA 70."
"Whaaat? SMA? Dafuq is thaaat?" dia mengayunkan gelasnya di udara. "Is that some sort of  private school, ehh?"
"No, it's Indonesian."
"Wuh. Indonesians are weirdd," lolongnya, lalu melenggang pergi.

ada baiknya gue bawa air mineral, karena temen2 gue itu tau betul kalo gue belom pernah minum yang gitu2 dan dijamin dengan kejailan mereka yg tinggi bakal ada yg berusaha memabukkan gue. jadi setiap kali gue haus gue bakal permisi di kamar mandi dan minum disana. menyedihkan memang.
menjelang akhir pesta, gue mencari2 temen yg ngebawain gue kesitu dan menemukan dia bercumbuan dengan pacarnya. awkward se-awkward-awkwardnya. mana gue bener2 harus pulang lagi.
salah satu temen gue yang kebetulan lewat dengan membawa minum berenti dan nanya, "brita, why're you standing there like that? you like watching people make-out?"
sicko. padahal dia sendiri ngaku suka porno.
gue bilang ke dia kalo misalnya cewe itu adalah tiket pulang gue dan dia ngakak. "oh! you're too nice!" balasnya. "here, I'll show you how to deal with this."
tanpa berpanjang-lebar lagi dia jalan ke arah mereka dan numpahin seisi gelasnya di atas kepala mereka.
seperti yang bisa ditebak, mereka berdua langsung jerit2 kesel dan ngemarahin dia--malah cowonya udah mau ngajak berantem. untungnya abis itu temen gue yang cewe masih rela nganterin gue pulang, dengan syarat gue harus nunggu dia ganti baju dulu.
di perjalanan pulang, temen gue ngaku kalo yang tadi itu bukan pacarnya, tapi sbnrnya mantannya. gue ngeliat dia dan tanpa sadar gue bilang, "what the hell?"
eh, dianya malah nangis dan gue diturunin depan rumah tanpa penjelasan lebih lanjut.
altogether, hari itu emang aneh dan gajelas.

No comments:

Post a Comment