skrng, jujur, gue bisa ditanya ttg apapun dari sinetron manapun dan/atau gosip selebriti. gue tau knp jack ninggalin berlian (binar bening berlian), knp dewa nggak bisa ngeliat sakti (dewa), dan knp dewi perssik lebih hati2 berkendara (insert sore). jadwal gue sepulang sekolah adalah: pulang-ganti baju-belajar-"nemenin nenek nonton"-mandi-makan-belajar-"nemenin nenek nonton".
gapenting bgt emang.
faham yg gue anut saat ini adalah Inosen (Ikut Nonton Sinetron) dan Magilgil (Makan Gila-Gilaan). masalah gendut tak usah dipikirkan, yang penting bahagia :D
now to the point. minggu lalu gue sempet ngobrolin soal tetangga di rumah yg dulu sm nenek. sampai pada percakapan ini:
N: "di sana banyak hantu lho, brit."
B: "jangan nakutin, nek. nanti kena karma."
N: "eh...beneran! udah lama padahal, masa ndak tahu?"
B: "nggak tahu dan nggak peduli--"
N: "kasihan, lho, brit. inget ndak di rumah seberang jalan itu ada anak seumuran kakakmu?"
B: "oh. inget, inget."
N: "dia bunuh diri."
Kampret. ga lucu abis. mana nenek gue masang muka polos mata lebar dan nada pelan pula. Nenek gue jg ga pernah bisa ngibulin orang jd gue tau dia jujur.
B: "kok bisa???"
N: "iya... karena..."
Nenek gue ngedip, mendekatkan diri ke kuping gue, dan membisik, "burungnya."
eh?
gue heran knp tiba2 ditatap dg tatapan penuh pengertian. "burungnya...lepas!" tambahnya kemudian. "lepas, benar-benar lepas."
oke. ada yg gue lewatin disini?
sedetik kemudian gue sadar. oh Gusti. jangan2... "maksudnya burungnya lepas?" gue tanya, dlm usaha meluruskan. "burung beo yang wkt itu ya?"
nenek menggeleng. "bukaan, bukan beo..."
"oh. apa dong?"
saat itu pintu membuka dan nyokap masuk, membuyarkan pembicaraan ga jelas yg tengah berlangsung.
"nanti kita sambung lagi brit," nenek gue berkata, kembali dg tatapan penuh arti itu. lalu beliau pergi utk menggoreng timun laut.
No comments:
Post a Comment